Jumat, Oktober 7, 2022

SMAIT As-Sakinah Tanjungpinang, Pesantren Pertama Pulau Bintan


Mulai Dibangun di Sebauk Senggarang
TANJUNGPINANG – Tak banyak sekolah yang menyediakan pemondokan untuk siswanya di Pulau Bintan.

Bahkan untuk tingkat SMA belum ada. Namun, tahun depan sudah hadir SMA boarding school di Tanjungpinang.

SMAIT As-Sakinah Tanjungsebauk, Senggarang Tanjungpinang mulai menerima murid baru tahun ajaran baru 2021/2022 nanti.

Sedangkan gedungnya mulai dibangun setelah peletakan batu pertama pembangunan yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M Dali, Senin (7/12).

Lokasinya masih satu kawasan dengan SMPIT As-Sakinah di Sebauk. Peletakan batu pertama tersebut sekaligus launcing Badan Wakaf Yayasan Bina Insan Sakinah (YBIS). Badan Wakaf ini unit baru di YBIS yang dikomandoi, Ustaz Muqtafin.

SMAIT As-Sakinah merupakan sekolah baru di bawah naungan YBIS Kota Tanjungpinang. Tahap awal, mereka akan menerima dua lokal siswa. Satu lokal untuk putra dan satu lokal untuk putri.

Bagi orangtua yang ingin anaknya sekolah di SMAIT As-Sakinah, maka cepat lah mendaftar. Karena siswa yang akan diterima pun dibatasi 30 orang saja satu lokal.

YBIS sendiri memiliki lahan 2,5 hektare di Sebauk. Di tempat inilah nanti dipusatkan untuk SMPIT dan SMAIT.

Baik itu untuk sekolah maupun pemondokan atau asrama siswa. Dengan adanya asrama ini, siswa bisa fokus belajar disana.

Ketua YBIS Kota Tanjungpinang, Hj Ismiyati mengatakan, SMAIT As-Sakinah ini merupakan pesantren pertama di Pulau Bintan dan yang kedua di Provinsi Kepri.

Saat ini, kata dia, pesantren atau boarding school menjadi jawaban atas kebutuhan para orang tua yang ingin memiliki anak yang berakhlaq mulia.

Namun mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendidik putra putrinya di rumah disebabkan oleh kesibukannya.

Sementara tantangan zaman semakin lama semakin kompleks. Sehingga pendidikan pun harus sesuai dengan tantangan yang ada.

As-Sakinah boarding school yang terdiri dari SMPIT dan SMAIT adalah hasil dari mimpi panjang dan perjalanan panjang para pendiri dan pengurus Yayasan Bina Insan Sakinah.

Kenapa mimpi panjang? Karena Yayasan ingin menghadirkan sekolah yang sesuai dengan zaman apalagi dengan era 4.0 atau era digitalisasi ini, mengharuskan setiap orang menguasai teknologi terutama Teknologi Informasi.

Sehingga bisa memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional, namun juga tidak tergerus oleh efek negatif yang ditimbulkannya.

Untuk menjawab tantangan zaman tersebut maka SMPIT dan SMAIT As-Sakinah diramu sedemikian rupa dengan sebuah cita-cita untuk menghasilkan anak soleh, memiliki karakter kepemimpinan yang kuat sehingga menjadi teladan bagi lingkungannya, memiliki hafalan Al Qur’an dan menguasai teknologi.

Sehingga diharapkan lulusan SMAIT As-Sakinah nantinya mampu tampil sebagai pemimpin di masyarakat dengan bekal penguasaannya terhadap Al Qur’an dan teknologi yang dibutuhkan pada zamannya.

Di SMPIT peserta didik dibiasakan menggunakan Edu Tab dan di SMAIT peserta didik menggunakan laptop sebagai sarana pembelajaran.

Diharapkapkan siswa-siswi terbiasa menggunakannya sehingga tidak tertinggal dalam teknologi tapi juga tetap terkontrol karena hanya dipakai untuk kepentingan pembelajaran dan kegiatan atau hal lain yang dianggap perlu.

Lahirnya SMPIT dan SMAIT As Sakinah boarding school ini lahir setelah perjalanan panjang yaitu setelah melalui diskusi dan studi ke pesantren-pesantren rujukan serta melakukan brainstorming dengan anak-anak pengurus dan guru-guru yang merupakan lulusan berbagai pesantren.

Tujuannya, agar As-Sakinah boarding school tidak hanya ikut ikutan saja membuat pesantren.

Dan hasil studi dan diskusi adalah As Sakinah Boarding School dengan konsep memadukan teknologi dalam pembelajaran dan Al Qur’an sebagai program unggulan.

”Karena kami yakin seyakin yakinnya bahwa ketika kita mendahulukan Al Qur’an maka kemampuan yang lain akan mengikutinya baik akademis maupun kemampuan lainnya,” ungkapnya.

SMAIT As Sakinah Boarding School ini juga adalah komitmen kami untuk membantu pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas.

Ia merupakan kelanjutan dari sekolah-sekolah yang sudah yayasan bangun sebelumnya yang meliputi jenjang PAUD/RA yaitu RA Al Uswah dan PAUDIT As Sakinah.

Jenjang SD yaitu SDIT As Sakinah (Batu 9) dan SDIT Ar Refah di Sei Timun dan SMPIT As Sakinah yang ada di Sebauk.

SMPIT ini sudah tiga tahun berdiri dan masih full day school sampai jam 16.00 yang alhamdulillah semua mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.

Terbukti dari besarnya animo masyarakat yang mendaftarkan putra putri-nya di sekolah-sekolah yang ada di bawah yayasan tersebut.

Saat ini lebih dari 1.000 siswa berada sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Bina Insan Sakinah.

Namun demikian, ketika yayasan memutuskan untuk mulai membangun pesantren atau As-Sakinah Boarding School dengan peletakan batu pertama hari ini, bukan berarti YBIS sudah memiliki kemampuan yang cukup.

”Sejujurnya, kami pengurus yayasan masih jauh dari kemampuan tersebut. Namun mengingat pentingnya kelangsungan jenjang pendidikan setelah SMPIT maka kami bertekad membangun SMAIT dengan bermodalkan semangat. Karena kami yakin meski semangat tidak menyelesaikan segalanya, namun segalanya tidak dapat diperoleh kecuali dengan semangat,” ucapnya.

”Maka dalam forum ini, dan dalam forum-forum yang lain yayasan mengajak seluruh para pemangku kepentingan, para pejabat, para wakil rakyat, hamba-aham Allah para muhsinin untuk berkenan membantu kami mewujudkan pesantren boarding school yang bisa menjadi kebanggaan kita bersama,” ajaknya.

Disampaikannya juga, bahwa Yayasan Bina Insan Sakinah sudah didedikasikan sebagai Yayasan Wakaf yang kepemilikannya diserahkan kepada Allah SWT, bukan milik pribadi dan bukan milik beberapa orang.

Sehingga memungkinkan seluruh kaum muslimin untuk ikut mengambil bagian memajukannya dengan berwakaf dalam kegiatan-kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana-sarananya.

”Dengan kesertaan ini kami berharap jika As-Sakinah Boarding School ini maju maka yang bangga bukan hanya pengurus tapi semua orang yang memiliki andil di dalamnya, para orangtua, para guru, para siswa, para donatur dan kaum muslimin,” ucapnya.

Sementara M Dali dalam sambutannya membacakan kata sambutan Gubernur Kepri, H Isdianto yang tidak bisa hadir karena kesibukannya.

Isdianto sangat bangga dan mengapresiasi pembangunan pesantren tersebut. Karena di tengah perkembangan zaman ini, sangat dibutuhkan pendidikan Islami seperti sekolah-sekolah di bawah naungan YBIS.

Setelah menyampaikan kata sambutannya, M Dali membuka papan selubung SMAIT As-Sakinah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan sekolah itu.

Ismiyati mengatakan, Juli tahun 2021 nanti, gedung itu sudah rampung dibangun dan akan digunakan siswa baru nanti.

Hadir saat itu, Sekdako Tanjungpinang Teguh, Doli Boniara Kadinsos Pemprov Kepri, Ayub, Kabiro Kesra Pemprov Kepri, Atmadinata Kadis Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Hadir juga mantan Wako Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan, perwakilan Kemenag Kepri, perwakilan Kemenag Kota Tanjungpinang, RT-RW, warga setempat, para guru dan undangan lainnya.

Pantauan di lapangan, acara dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Semua tamu undangan tidak boleh masuk ke lokasi acara sebelum cuci tangan di tempat yang disediakan, menyediakan handsanitizer, wajib pakai masker, pengukuran suhu tubuh dan jaga jarak. (rls/ang)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles