Senin, Februari 6, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perpani Kepri Minta ke Mempora RI agar Panahan Masuk PPLP

BATAM – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memberi apresiasi kepada Pemprov Kepri, KONI Kepri, dan Perpani Kepri yang menjadikan panahan olahraga unggulan.

Hal itu disampaikan Menpora RI saat memberikan arahan Pelatihan Wasit dan Pelatih Panahan Kepri, di PIH Batam, Sabtu (21/11) sore, lalu

Selain layar dan olahraga laut yang menjadi ikon geografis Kepri. Menpora RI melihat panahan memiliki peluang untuk dikembangkan di Kepri.
”Panahan itu salah satu cabor disamping renang dan atletik yang tidak pernah dicoret dari Olimpiade, Asian Games, SEA Games, dan PON.

Kepri yang berani bertekad menjadikan cabor unggulan saya apresiasi, jarang seperti ini di tempat lain,” kata Menpora RI.
Daerah-daerah lain biasanya sibuk mengembangkan olahraga populer, tetapi Kepri justru melirik cabor yang di Olimpiade Seoul 1988 mempersembahkan perak.

Harapan besar ketika Indonesia kelak menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, panahan berprestasi tertinggi.
”Pelatihan ini luar biasa, semoga lahir atlet berprestasi dan nanti saat Olimpiade 2032 ada atlet dari Kepri,” harapnya.


Ada tantangan yang harus dijawab oleh komponen anak bangsa, tertutama yang punya keahlian dalam industri peralatan sarana prasarana olahraga, karena saat ini sebenarnya sudah banyak produksi dalam negeri namun masih belum berstandar internasional, hampir disemua cabor termasuk panahan.
”Alat panahan untuk pertandingan masih harus dari luar negeri karena produk kita belum standar internasional, tantangan buat kita semua,” ucap Menpora RI.


Sementara itu, Ketua Perpani Kepri Abdul Razak, meskipun berawal dari menekuni tinju tetapi melihat potensi yang ada berjuang untuk mengembangkan cabor lain yaitu panahan.

”Pak Menteri, sebenarnya saya sudah menekuni tinju beberapa tahun, namun saya ingin keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan panahan, saya optimis PON 2024 Kepri juara umum cabor panahan,” katanya.
Abdul Razak juga minta agar cabang olahraga panahan masuk dalam program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sama halnya dengan cabang olahraga tinju.
”Saya langsung minta supaya Pak Menteri agar olahraga panahan masuk PPLP. Pak Menteri, respon cukup baik. Saya bawa dua deputi dan satu asisten deputi. Kalau panahan tak masuk PPLP, kebangatan,” kata Abdul Razak, menirukan perkataan Menpora RI.


Ia juga berharap agar Kemempora menggelar Sport tourism di Kepri, khusus di Batam. Salah satu cabang olahraganya adalah panahan. Sebab, olahraga ini sangat digemari oleh turis. Ia memberikan contoh, misalnya, bila event panahan internasional digelar di Batam. Anggap saja peserta dari luar negeri ada 50 orang atau atlet. Jadi, kata dia, yang datang ke acara itu, paling sedikit ada 250 orang.


Karena, sambung dia, satu atlet paling sedikit ada lima orang anggota keluarganya yang ikut dalam rombongan itu. Umumnya, kalau anaknya ikut kompetisi, umumnya, bapak, ibu, adik dan keluarga lainnya ikut rombongan atlet tersebut.


”Kita saja buat event, atlet dari Tanjungpinang misalnya, orang tuanya, pasti mendampinginya. Belum lagi dari pelatih atau dari klub panahan asal anaknya latihan,” ujarnya. ***

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles