Minggu, Februari 5, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

SPG Susu Bayi, Kini Jadi Walikota Tanjungpinang

Sosok Rahma, yang memiliki keistimewaan ini sangat menarik perhatian khalayak ramai, terutama masyarakat Kota Tanjungpinang. Bak primadona yang menjadi idola masyarakat, sosok yang bersahaja namun selalu gerak cepat dalam segala hal ini membuat Rahma menjadi pemuncak negeri untuk melanjutkan perjalanan pemerintahan SABAR yang dinakhodainya bersama Almarhum H. Syahrul, S.Pd sang Walikota yang mangkat beberapa bulan lalu.

Kepiawaiannya dalam segala hal dan aspek membuat Syahrul, waktu itu menginginkan Rahma untuk mendampinginya pada kontestasi Pilkada 2018 untuk menjadi Calon Wakil Walikota Tanjungpinang dengan jargon SABAR.

Tak hanya itu, Rahma yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dengan sisa masa jabatan 2 tahun, rela melepaskan kursi empuknya sebagai srikandi di legislatif untuk menjadi calon eksekutif. Zona nyaman Rahma mulai beralih menjadi zona ekstrim.

Berlatar belakang sebagai anak seorang petani dan tidak ada garis keturunan pejabat, Rahma bisa dikatakan nekat dalam memutuskan untuk berhenti menjadi Anggota DPRD dan mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi H. Syahrul kala itu.

Meskipun demikian, dengan bekal hidup yang cukup panjang, Rahma mampu melewati semua itu. “Kunci hidup saya adalah kegigihan, itulah yang ditanamkan oleh orang tua saya yang hanya sebagai seorang petani.

Sewaktu saya masih usia sekolah, saya habiskan waktu untuk membantu orang tua, tidak ada waktu bermain rasanya waktu saya kecil, tak sama seperti anak-anak pada umumnya, walaupun orang tua saya tidak tamat SD, tapi semangat dan kegigihannya dapat menjadi contoh untuk kami anak-anaknya menjadi pribadi yang kuat, tegar dan gigih dalam segala hal,” papar Rahma sembari berurai air mata.

Rahma yang lahir di Sungai Danai, 11 Mei 1975 ini memiliki semangat yang luar biasa. Berawal dari kehidupan yang sangat jauh dari kata sederhana, bahkan bisa dikatakan serba pas-pasan dengan modal nekat itulah, Rahma memberanikan diri untuk merantau demi menyambung hidup untuk keluarga di Pekanbaru sekitar tahun 1995, dengan tujuan untuk mengenyam pendidikan, namun putus ditengah jalan dengan faktor kekurangan biaya. 

Setelah itu, Rahma kembali lagi ke Pekanbaru dengan penuh harapan sambil bekerja dan kuliah. Rahma yang juga pernah menjadi guru TK ini juga pernah menjadi buruh cuci teman kostnya di Pekanbaru sembari menjadi Sales Promotion Girl (SPG) susu bayi dan obat-obatan.

“Kalau diceritakan perjalanan hidup saya, selalu saja saya meneteskan air mata, karena perjuangan untuk menyambung hidup itu sangat butuh pengorbanan, lagi-lagi saya hanya bermodal nekat dan keberanian serta kegigihan selama diperantauan,” jelas Rahma dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai SPG susu bayi, Rahma tak pernah putus asa, terus gigih dan giat mempromosikan produk dagangannya dari rumah ke rumah, dari toko ke toko sampai ke berbagai apotek. Rahma tak pernah merasa malu, karena baginya segala sesuatu pekerjaan yang halal tak perlu malu untuk dikerjakan, ia hanya ingin mendapatkan ridho dari Allah dan keberkahan rezeki yang diterimanya. 

“Setelah saya berjuang jadi SPG di Pekanbaru, saya dipindahkan ke Batam dan di bulan April 1997 barulah saya dipindahkan ke Tanjungpinang, disinilah saya mulai menjalankan tugas untuk mempromosikan susu bayi dari klinik, apotek dan berbagai swalayan, disitulah saya mulai merasakan perjuangan hidup ini sangat luar biasa, berkat kegigihan itulah saya naik jabatan meskipun masih dengan dunia sales. Pagi hingga sore hari saya mempromosikan produk susu bayi ini ke rumah sakit dan malamnya ke tempat praktik dokter anak,” urainya.

Rahma tak kenal lelah, sebagai perempuan yang pekerja keras dirantauan, terus-menerus berjuang untuk membiayai hidup, dan uang gaji hanya bisa membiayai hidup diri sendiri. Rahma sang SPG ini diberikan target dari perusahaan agar mendapatkan insentif dan tunjangan atau bonus, tujuannya untuk membantu keluarga di kampung. “Tahun 1998, Allah berikan kesempatan kepada saya untuk menjadi supervisor di perusahaan farmasi tersebut, saya bekerja sampai tahun 2003,” jelasnya.

Sebagai supervisor yang sukses, mengharuskan Rahma untuk pindah tugas ke Batam, dikarenakan telah berkeluarga, Rahma memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Namun tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 2004 Rahma mencoba dunia baru yaitu sebagai politisi yang ikut dalam kontestasi sebagai calon legislatif, namun keberuntungan belum berpihak kepada Rahma begitu juga pada pemilu tahun 2009 ia kembali gagal menjadi legislatif.

“Setelah saya gagal di tahun 2004, saya berjualan di rumah membuka warung sederhana menjual sembako dan pernah juga menjadi agen asuransi, meskipun demikian saya tidak pernah ingin berpangku tangan, saya juga ikuti berbagai organisasi sosial dan juga kembali bekerja di kantor advokat, disitulah saya mulai belajar lebih dalam dunia politik serta terus gigih berusaha sehingga 2014 saya ikut dalam Pemilu 2014 dan alhamdulillah terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Tanjungpinang,” paparnya.

Setelah menjadi Anggota DPRD, Rahma tak tinggal diam. Ia merasa bahwa amanah ini cukup berat dan harus ditunaikan untuk masyarakat. Sebagai seorang wakil rakyat, Rahma memiliki tanggung jawab untuk hajat hidup orang banyak khususnya di Dapilnya yakni di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Rahma sang legislator terus memperjuangkan nasib masyarakat dan paling sering turun ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat dan mendengarkan apa saja yang menjadi kendala di lapangan.

“Saya ingin masyarakat puas dengan pelayanan saya sebagai wakil mereka di dewan, saya ingin terus mendengarkan aspirasi masyarakat, mendengar keluhannya dan saya harus memberikan solusi untuk memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat kepada pemerintah,” jelasnya.
Sewaktu menjadi anggota dewan, Rahma yang sangat fokus dalam memperjuangkan penerangan di berbagai tempat. Tidak hanya di wilayah dapilnya, Rahma juga telah merealisasikan keinginan masyarakat diluar dapilnya seperti di wilayah Bukit Bestari dan lainnya.

“Suatu pencapaian yang luar biasa selama saya menjadi anggota dewan, saya fokus pada penerangan lampu jalan dan listrik rumah tangga, saya bisa berkomunikasi baik dengan PLN untuk melakukan kerja sama tersebut, seperti di wilayah Dompak, hingga kini lampu-lampu jalan dan rumah-rumah warga disana telah dialiri listrik dan terang benderang, seperti di Tanjung Setumu, Sekatap, Kampung Haji hingga ke wilayah TPA, Alhamdulillah sudah terealisasi atas berkat kerja sama saya selama menjadi dewan dengan PLN,” lanjut Rahma.

Berangkat dari sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dengan segudang prestasi dimata masyarakat, Rahma dilirik oleh Almarhum H. Syahrul untuk menjadi Calon Wakil Walikota Tanjungpinang di Pilkada 2018. Lagi-lagi Rahma dihadapkan dengan tantangan dan konsekuensi harus mundur sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Meskipun terjadi berbagai ujian dan cobaan, tak membuat Rahma gentar dan terus melanjutkan perjuangan dalam kontestasi politik mendampingi H. Syahrul.

“Menang atau kalah itu adalah suatu hal lumrah, saya juga sudah mempersiapkan hal terburuk sekalipun saya kalah, saya harus kembali menjadi ibu rumah tangga.Dan Alhamdulillah Ayah Syahrul bersama saya ditakdirkan Allah untuk menang dan tugas baru saya semakin berat dan harus benar-benar amanah memikul tanggung jawab serta kepercayaan masyarakat sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang,” urai Rahma.

Perjalanan karir politik Rahma yang merupakan istri dari H. Muhammad Agung Wiradharma, S.H, M.H dan ibu dari 3 anak ini, kini kembali diuji dan ditempa melalui proses yang panjang. Pada April 2020 lalu, Ayah Syahrul berpulang ke Rahmatullah. Estafet kepemimpinan Kota Tanjungpinang harus dilanjutkan oleh Rahma.

Proses ini tidaklah mudah, ia juga mengakui selama bersama Ayah Syahrul dirinya sangat diberikan kesempatan untuk bersama-sama bekerja menjalankan tugas dan fungsi sebagai kepala daerah. “Selama saya mendampingi Ayah, awalnya saya merasakan posisi sebagai Wakil Walikota sangat terbatas, namun Ayah tidak demikian, saya diberikan kesempatan untuk saling bersinergi dan berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” lanjutnya.

Perjalanan karir politik Rahma semakin ditempa dan harus menjadi pemimpin melanjutkan sisa masa jabatannya hingga 2023 mendatang. Estafet kepemimpinan ini membuat Rahma terus bekerja keras untuk mewujudkan visi dan misi serta janji politiknya selama bersama Ayah Syahrul. Rahma kembali menyadari bahwa kehidupan ini adalah bagian dari proses yang sudah Allah tentukan.

“Proses kehidupan ini patut saya syukuri serta saya yakini bahwa tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak, saya lalui dan jalani proses ini, berangkat menjadi buruh cuci, SPG, supervisor, pedagang rumahan hingga mengantarkan saya sebagai Anggota DPRD dan saat ini siapa yang menyangka Rahma sang anak petani dan tak ada garis keturunan keluarga pejabat ini bisa menjadi Walikota, itu semua berkat kegigihan dan perjuangan hidup yang harus kita syukuri dan jalani dengan kesungguhan hati,” papar Rahma.

Dalam hidupnya, Rahma memiliki 3 saudara kandung, yaitu seorang abang yang bernama M. Amin Gani, Mhd. Syahrul si bungsu dan saudara kembarnya yang bernama Hj. Rohani, S.AP yang juga Anggota DPRD Kabupaten Karimun. Rahma terus mengingat apa yang telah dipesankan oleh orang tuanya, yaitu sang ayah yang dipanggilnya Ambok.

Menurutnya, Ambok pernah mengatakan meskipun Ambok tidak sekolah tinggi, anak-anak harus terus belajar agar bisa menjadi orang sukses. “Ambok berpesan kepada saya dan anak-anaknya agar tidak mudah putus asa, gigih dan jangan lupa bersyukur, karena kita harus yakini bahwa hidup adalah suatu proses, serta perjuangan yang sudah Allah tentukan,” jelasnya sembari menyeka air mata.

Selama menjabat sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang, berbagai berita miring selalu ditujukan kepada Rahma dengan berbagai kebijakan-kebijakan Pemko Tanjungpinang terus dikritik habis-habisan oleh masyarakat atau netizen di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Rahma menganggap itu hanya hal biasa dan lumrah. Meski demikian, Rahma tak pernah merasakan sakit hati atau membenci orang tersebut.

Ia menganggap bahwa kritikan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk bahan evaluasi di Pemerintah Kota Tanjungpinang, karena dirinya juga sebagai pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.

“Kabar-kabar miring, protes atau kritikan itu saya anggap itu hal yang biasa dan tak perlu dibawa perasaan, itu semua hanya sebagai bahan evaluasi, mungkin ada benarnya juga, tapi kita harus benar-benar dituntut untuk lebih arif dan bijaksana dalam menanggapinya.

Sekali lagi kepada masyarakat yang telah menyampaikan kritikan dan masukanterhadap saya, saya ucapkan terima kasih, silakan sampaikan kritikan yang membangun itu langsung kepada saya, karena saya tidak anti kritik dan siap untuk dikritik,” ucapnya lugas.
Hari ini, tepat tanggal 21 September 2020, Rahma dilantik sebagai Walikota Tanjungpinang dengan sisa masa jabatan 2018-2023 dan ditanggal ini juga ia dilantik bersama Ayah Syahrul pada tahun 2018 lalu. Masih ada sisa 3 tahun, dan perjalanan masih panjang.

Kini, Rahma harus menjalankan roda pemerintahan di Kota Tanjungpinang. “Saya mohon doa dan restu untu melanjutkan perjalanan pemerintahan Kota Tanjungpinang dengan berbagai program yang sudah disusun dalam RPJMD bersama Ayah Syahrul beberapa waktu lalu, saya akan lanjutkan program tersebut, saya tidak dapat bekerja sendiri, saya juga mohon dukungan dari seluruh elemen pejabat di Pemko Tanjungpinang dari Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kabag, Kabid, Camat, Lurah dan seluruh staf, serta tak lupa sinergitas antara Pemko dan DPRD harus terjalin dengan baik, untuk bahu-membahu dan bersinergi untuk membangun Tanjungpinang lebih baik lagi,” ungkapnya penuh semangat.

Rahma juga memohon maaf, bilamana selama dirinya menjabat sebagai Wakil Walikota bersama Ayah Syahrul masih banyak kekurangan, program-program yang belum terlaksana dan aspirasi masyarakat yang belum terakomodir. 

Ia mengatakan semua itu telah diprioritaskan dan diprogramkan dalam RPJMD, namun dikarenakan situasi saat ini masih pandemi Covid-19 banyak anggaran yang digunakan dalam penanganan Covid-19. “Saya mohon maaf jika ada berbagai program terhambat dikarenakan ada rasionalisasi anggaran dikarenakan pandemi Covid-19, tetap bantu dan dukung saya untuk mewujudkan program-program pemerintah, sekali lagi saya mohon dukungannya dari seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kota Tanjungpinang yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Kini, sejarah kembali diukir oleh Rahma. Ia merupakan “Perempuan Walikota” kedua setelah Hj. Suryatati A Manan. Kota Tanjungpinang kembali dipimpin oleh seorang perempuan. Sudah pasti gaya kepemimpinan setiap Walikota memiliki ciri khas dan kebijakan yang berbeda. Semoga dikepemimpinan Rahma, Kota Tanjungpinang bergerak maju, sejahtera dan berbudaya dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani sesuai dengan visi Kota Tanjungpinang 2018-2023, Aamiin… (TIM KOMUNIKASI PIMPINAN SETDAKO TANJUNGPINANG)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles