Rabu, Februari 21, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sarang Corona Meluas di Batam, Bertambah 34 Orang

BATAM – Virus Covid-19 makin tak terkendali di Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Corona ini terus memperluas sarangnya di tubuh warga Batam.

Per, Jumat (4/9) hari ini, Corona kembali menambah korbannya 34 orang. Empat hari ini, Corona terus merayap dan menginfeksi banyak orang hingga seratusan orang lebih.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, total pasien yang terpapar Covid-19 di Kepri hingga hari ini 1.117 orang.

“Ada penambahan 40 orang hari ini. Di Batam 34 orang, klaster PMI Batam 4 orang dan klaster telusur di Batam 2 orang,” demikian disampaikan Tjetjep Yudiana, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri dalam rilisnya, kemarin.

Dari 1.117 orang itu, 468 orang (41,9 persen) masih menjalani perawatan dan isolasi, 608 orang (54,4 persen) sembuh dan 41 orang (3,7 persen) meninggal dunia. “Selain penambahan kasus baru, ada juga yang sembuh 8 orang kemarin,” tambahnya.

Tjetjep mengimbau agar seluruh masyarakat semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan. Gunakan masker saat di luar rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan di air yang mengalir, rutin olahraga dan konsumsi makanan sehat.

Sedangkan zona risiko Covid-19 Batam hingga hari ini masih merah. Tanjungpinang dan Bintan orange. Karimun kuning. Natuna, Anambas, Lingga hijau.

Kasus-kasus positif ini 31 orang di Karimun, 747 orang di Batam di luar klaster KM Kelud 29 orang sudah sembuh, Klaster PMI 37 orang masih isolasi dan Klaster Telusur 21 orang masih diisolasi.

Di Batam 174 orang di luar Klaster SBN 3 orang sudah sembuh, Klaster Ukraina 6 orang sudah sembuh dan Klaster PMI 6 orang masih diisolasi.

Kemudian, di Bintan 62 orang, di Lingga 1 orang tapi meninggal dunia saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Batam. Sedangkan di Natuna dan Anambas belum ada sampai saat ini.

Masyarakat diminta agar sama-sama membendung laju merebaknya virus ini. Sampai saat ini belum ada obat dan vaksinnya. Sehingga, hanya disiplin menjalankan protokol kesehatan yang bisa memutus mata rantai penularannya. (ang)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles

zile libere 2024
never single again
Bir Türk kızı amını parmaklıyor
disabled love
trio di teen nude si masturba
ممارسة الجنس مع فتاة مسلمة
pussy piss spy cam